Langsung ke konten utama

Resource - Based Learning

Latar Belakang 
Belajar berdasarkan sumber atau "resource - based learning" bukan sesuatu yang berdiri sendiri, melainkan bertalian dengan sejumlah perubahan - perubajhan yang mempengaruhi pembinaan kurikulum. Perubahan - perubahan itu mengenai:
  1. perubahan dalam sifat dan pola ilmu pengetahuan manusia
  2. perubahan dalam masyarakat dan tafsiran kita tentang tuntutannya
  3. perubahan tentang pengertian kita tentang anak dan caranya belajar
  4. perubahan dalam media komunikasi
    Sumber yang sejak lama digunakan dalam proses- belajar mengajar adalah buku - buku dan hingga sekarang buku - buku masih memegang peranan yang penting. Oleh sebab itu ahli perpustakaan mendapat peranan yang penting sekali dalam "resource -based learning" ini. Kerja sama antara guru dan ahli perpustakaan menjadi syarat mutlak. Disamping itu para ahli perpustakaan harus mendapat pendidikan khusus untuk jalankan perannanya itu. Guru dan ahli perpustakaan harus saling mengenal keahlian dan kemampuan masing - masing. Disamping itu dperlukan pula " media specialists", yakni ahli dalam bidang media, karena sumber tidak hanya terbatas pada buku - buku saja.
Perubahan dalam pengetahuan manusia
    Perubahan manusia akhir - akhir ini berkembang dengan cepat sekali, sehingga dijuluki sebagai eskplosi pengetahuan. Menurut orang tertentu pengetahuan tentang disiplin ilmu tertentu bertambah dua lipat dalam sepuluh tahun. Oleh sebab itu harus ditemukan cara - cara bau dalam metode belajar - mengajar, jika ktita tidak ingin generasi muda akan dikubur dalam gunung informasi dan fakta. Dengan kecepatan pertumbuhan ilmu seperti sekarang, pada saat anak pergi ke sekolah ia akan menghadapi jumlah pengetahuan yang empat kali lebih banyak, bila ia mendapat gelar sarjana. Pada saat ia berumur lima puluh tahun, banyaknya ilmu akan menjadi tiga puluh dua kali lipat. Apa yang dahulu harus dipelajari, lima puluh tahun kemudian mungkin hanya tiga persen saja yang berlaku. Eksplosi pengetahuan bukan hanya mengenai perubahan pengetahuan, melainkan juga perubahan dalam pola pengetahuan itu sendiri. Maka timbul disiplin - disiplin ilmu yang baru berkat spesialisasi dan pendekatan interdisipliner.
    Tugas guru yang utama bukan lagi menyampaikan pengetahuan, melainkan memupuk pengertian, membimbing mereka untuk belajar sendiri. Kemampuan untuk menemukan sendiri dan belajar sendiri dianggap dapat dipelajari.
     Jerome S. Bruner yang sangat berpengaruh dewasa ini, sangat menganjurkan kemampuan anak untuk menemukan sendiri ini. Timbul pertanyaan, apakah yang perlu di temukan. Menurut Bruner yang penting ditemukan adalah apa yang disebut struktur disiplin ilmu.
       Ada yang mengemukakan bahwa menemukan sesuatu oleh murid memakan waktu yang lebih banyak . Apa yang diajarkan dalam waktu 30 menit, mungkin memerlukan 4 - 5 jam dengan metode penemuan. Namun apa yang dipelajari dalam 4 - 5 jam itu, yakni merumuskan  masalah, merencanakan cara memecahkannya, melakukan percobaan, membuat kesalahan, berpikir untuk mengatasinya, dan akhirnya menemukan penyelesaiannya tak ternilai harganya bagi cara belajar selanjutnya atas kemampuan sendiri.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

7 langkah mudah mengembangkan multimedia pembelajaran

Apa saja 7 langkah mudah mengembangkan multimedia pembelajaran itu? Penjelasan lengkap ada di bawah. 1. TENTUKAN JENIS MULTIMEDIA PEMBELAJARAN Perhatikan dengan benar, yang akan kita buat itu apakah alat bantu kita untuk mengajar (presentasi) ke siswa atau kita arahkan untuk bisa dibawa pulang siswa alias untuk belajar mandiri di rumah atau sekolah. Jenis multimedia pembelajaran menurut kegunannya ada dua: Multimedia Presentasi Pembelajaran : Alat bantu guru dalam proses pembelajaran di kelas dan tidak menggantikan guru secara keseluruhan. Berupa pointer-pointer materi yang disajikan ( explicit knowledge ) dan bisa saja ditambahi dengan multimedia linear berupa film dan video untuk memperkuat pemahaman siswa. Dapat dikembangkan dengan software presentasi seperti: OpenOffice Impress, Microsoft PowerPoint , dsb. Multimedia Pembelajaran Mandiri : Software pembelajaran yang dapat dimanfaatkan oleh siswa secara mandiri alias tanpa bantuan guru. Multimedia ...

Media sebagai sumber belajar dan alat bantu

B elajar mengajar adalah suatu proses yang mengelolah sejumlah nilai untuk dikonsumsi oleh setiap anak didik. Nilai-nilai itu tidak datang dengan sendirinya, tetapi terambil dari berbagai sumber. Sumber belajar yang sesungguhnya banyak sekali terdapat dimana-mana; disekolah, halaman, dipusat kota, dipedesaan dan sebagainya. Mengelompokkan sumber-sumber belajar menjadi lima kategori, yaitu manusia, buku/ perpustakaan, media masa, alam lingkungan, dan media pendidikan.  Karena itu, sumber belajar adalah segala sesuatu yang dapat dipergunakan sebagai tempat dimana bahan pengajaran terdapat atau asal usul untuk belajar seseorang. Udin Saripudin dan Winataputra dalam (Djamarah. S.  2006 : 122 ) Media sebagai alat bantu dalam proses belajar mengajar adalah suatu kenyataan yang tidak dapat dipungkiri. Karena gurulah yang menghendakinya untuk membantu tugas guru dalam menyampaikan pesan-pesan dari bahan pelajaran yang diberikan oleh guru kepada anak didik. Guru sadar bahw...