Langsung ke konten utama

Kegiatan Lesson Study SMP Negeri 1 Tutuyan


Lesson study ini sangat bermanfaat bagi guru, kepala sekolah, pengawas dan semua pihak yang peduli terhadap mutu pendidikan. Mewujudkan amanah permen Diknas No 27 Tahun 2010 tentang Program induksi guru pemula yang merupakan penjabaran UU Guru No 14 Tahun 2005
Gbr. Kerja Kelompok 2




Lesson Studi merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mengembangkan Profesionalisme guru didalam melakukan proses kegiatan belajar mengajar dengan cara meneliti dan mempelajari penerapan pembelajaran secara actual dan objektif.
Lesson study pada intinya terdiri atas tiga langkah Plan, Do, dan See.
1.      Plan adalah langkah persiapan
Langkah yang didalamnya guru mendiskusikan bagaimana pembelajaran akan dibuat. Dengan kata lain ini adalah kegiatan untuk mendiskusikan apa yang ingin peserta didik pelajari dan bagaimana materi pembelajaran disajikan pada mereka.
Guru Model untuk kegiatan buka kelas pada tanggal 19 Nov 2012, adalah bpk. Nofri Tora S.Pd

2. Do adalah langkah untuk Implementasi pembelajaran dan observasinya
Untuk Observasi pembelajaran, pengamat berdiri pada posisi yang memungkinkan untuk dapat melihat wajah murid – murid. Para pengamat memperhatikan dengan seksama apa yang murid pikirkan dan apa yang mereka pelajari dalam pembelajaran. Para pengamat harus memperhatikan semua siswa. Tidak hanya terpaku pada siswa yang cerdas, atau siswa yang lambat dalam belajar.
Kegiatan Kelompok
Sinopsis Pembelajaran :Pada proses pembelajaran guru model Menampilkan dua gambar yang berbeda (teratai dan kaktus), sehingga siswa terpancing untuk mengetahui lebih lanjut, tentang struktur jaringan akar dan batang pada tumbuhan. Pemutaran video pembelajaran memotivasi siswa dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran. Pembentukan kelompok belajar diskusi (terdiri dari 5 kelompok heterogen) untuk menumbuh kembangkan kebersamaan, saling menghormati dan meningkatkan rasa percaya diri untuk tampil/ mengeluarkan pendapat. Hingga akhirnya dalam pembelajaran ini diharapkan siswa dapat memahami struktur dan fungsi jaringan tumbuhan (akar dan batang)
3.      See adalah langkah untuk merefleksikan tentang implementasi pembelajaran
Dari pengamatan Observer:
-          Siti Hasan : Aplause kepada antusias siswa karena sebelum kegiatan lesson study dilaksanakn, para siswa sudah mempersiapkan kelas (membentuk kelompok)
-          Rafliton Peasu, S.Pd & Kepala Sekolah: Kelompok 3 terlihat bingung ketika menerima LKPD, dan ketika Guru model menjelaskan apa yang perlu dilakukan siswa, Kelompok mulai antusias dalam kegiatan diskusi.
-          Kepala Sekolah : Kelompok, kaget ketika guru model menyampaikan batas waktu tinggal 5’.
-  - Sudibyo Mokodompit & Helda Damopolii : Setelah, 15 menit telah berlalu siswa dengan inisial M, masih  saja belum bisa mengerjakan.
-  - Pengawas Kabupaten : Kelompok 2, 3 dan kelompok 4 sudah bisa menyelesaikan LKPD dan sudah bisa mempresentasikan hasil kerja kelompok.

Dengan mengulang- ulang ketiga langkah ini, kapasitas guru secara bertahap dapat di perkuat dan sebagai dampaknya maka mutu pembelajaran akan meningkat. Para guru dijepang mengatakan bahwa apabila anda melaksanakannya 50 kali, anda akan melihat dampaknya meski sedikit, apabila anda melakukan 100 kali dampaknya akan sangat jelas terasa.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

7 langkah mudah mengembangkan multimedia pembelajaran

Apa saja 7 langkah mudah mengembangkan multimedia pembelajaran itu? Penjelasan lengkap ada di bawah. 1. TENTUKAN JENIS MULTIMEDIA PEMBELAJARAN Perhatikan dengan benar, yang akan kita buat itu apakah alat bantu kita untuk mengajar (presentasi) ke siswa atau kita arahkan untuk bisa dibawa pulang siswa alias untuk belajar mandiri di rumah atau sekolah. Jenis multimedia pembelajaran menurut kegunannya ada dua: Multimedia Presentasi Pembelajaran : Alat bantu guru dalam proses pembelajaran di kelas dan tidak menggantikan guru secara keseluruhan. Berupa pointer-pointer materi yang disajikan ( explicit knowledge ) dan bisa saja ditambahi dengan multimedia linear berupa film dan video untuk memperkuat pemahaman siswa. Dapat dikembangkan dengan software presentasi seperti: OpenOffice Impress, Microsoft PowerPoint , dsb. Multimedia Pembelajaran Mandiri : Software pembelajaran yang dapat dimanfaatkan oleh siswa secara mandiri alias tanpa bantuan guru. Multimedia ...

Media sebagai sumber belajar dan alat bantu

B elajar mengajar adalah suatu proses yang mengelolah sejumlah nilai untuk dikonsumsi oleh setiap anak didik. Nilai-nilai itu tidak datang dengan sendirinya, tetapi terambil dari berbagai sumber. Sumber belajar yang sesungguhnya banyak sekali terdapat dimana-mana; disekolah, halaman, dipusat kota, dipedesaan dan sebagainya. Mengelompokkan sumber-sumber belajar menjadi lima kategori, yaitu manusia, buku/ perpustakaan, media masa, alam lingkungan, dan media pendidikan.  Karena itu, sumber belajar adalah segala sesuatu yang dapat dipergunakan sebagai tempat dimana bahan pengajaran terdapat atau asal usul untuk belajar seseorang. Udin Saripudin dan Winataputra dalam (Djamarah. S.  2006 : 122 ) Media sebagai alat bantu dalam proses belajar mengajar adalah suatu kenyataan yang tidak dapat dipungkiri. Karena gurulah yang menghendakinya untuk membantu tugas guru dalam menyampaikan pesan-pesan dari bahan pelajaran yang diberikan oleh guru kepada anak didik. Guru sadar bahw...

Resource - Based Learning

Latar Belakang  Belajar berdasarkan sumber atau "resource - based learning" bukan sesuatu yang berdiri sendiri, melainkan bertalian dengan sejumlah perubahan - perubajhan yang mempengaruhi pembinaan kurikulum. Perubahan - perubahan itu mengenai: perubahan dalam sifat dan pola ilmu pengetahuan manusia perubahan dalam masyarakat dan tafsiran kita tentang tuntutannya perubahan tentang pengertian kita tentang anak dan caranya belajar perubahan dalam media komunikasi     Sumber yang sejak lama digunakan dalam proses- belajar mengajar adalah buku - buku dan hingga sekarang buku - buku masih memegang peranan yang penting. Oleh sebab itu ahli perpustakaan mendapat peranan yang penting sekali dalam "resource -based learning" ini. Kerja sama antara guru dan ahli perpustakaan menjadi syarat mutlak. Disamping itu para ahli perpustakaan harus mendapat pendidikan khusus untuk jalankan perannanya itu. Guru dan ahli perpustakaan harus saling mengenal keahlian dan ke...